Monday, December 7, 2015

Hitam dan Putih

Bismillahirrahmaanirrahiim, mengawali tulisan ini.
Kehidupan ini ada karena Nya, nafas ini juga karena Nya, semua peristiwa ini karena Nya, alangkah tidak pantas jika melupakanNya, Sang pencipta kehidupan sang pengatur kehidupan, setiap awal aktifitas sebaik-baik di mulai dengan mengingat Nya.
Hidup sebuah pilihan, begitulah kata orang, hitam putih, baik buruk, langit bumi, bersih kotor, ya, masih banyak pilihan lainnya. Pilihan seperti apa akan menentukan akhir seperti apa, bila menginginkan akhir yang baik lakukan pilihan yang baik dan sebaliknya, memang sederhana, tapi tak sesederhana seperti itu.
Menentukan pilihan tak jauh juga dari logika matematika, kebanyakan seperti itu tetapi memang ada juga yang tidak seperti itu. Apabila dalam perjalanan kehidupan ini banyak pilihan baik, banyak lembaran putih yang kita pilih kemungkinan akhir perjalanan pun mungkin berakhir baik, ya sesuai logika matematika. Namun itu tidak selalu benar, ada juga yang menyalahi itu, semua juga pasti pernah mengalaminya dan semua itu memang kehendak yang Kuasa memang, kita hanya menjalaninya.
Apabila secara umum memang seperti logika matematika, kenapa tak memilih megikutinya? itulah yang sulit. Semua ingin kehidupanya berakhir baik semua ingin menjalaninya baik, namun kadang di tengah perjalanan logika matematika terlupakan begitu saja. Ada hal lain yang menggoda.
Apa itu...